Barcelona kembali membuktikan bahwa Copa del Rey bukan panggung yang bisa dimenangkan hanya dengan reputasi besar. Dibawah ini Anda akan melihat informasi mengenai sepak bola menarik yang telah dirangkum oleh FOOTBALL CONSULTANT.

Saat bertandang ke markas Racing Santander, sang juara bertahan dipaksa bekerja keras hingga menit akhir demi memastikan tiket ke perempat final. Laga tersebut menjadi gambaran betapa tipisnya jarak kualitas jika sebuah tim tampil tanpa fokus penuh.
Racing Santander menunjukkan organisasi permainan yang rapi dan disiplin tinggi. Sebagai pemuncak klasemen Segunda Division, mereka tidak bermain inferior, bahkan beberapa kali membuat Barcelona kesulitan keluar dari tekanan. Intensitas dan keberanian Racing membuat pertandingan berjalan ketat hingga detik-detik akhir.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Perbedaan baru terlihat dari efektivitas Barcelona dalam memanfaatkan momen krusial. Satu gol dan satu penyelamatan penting cukup untuk mematahkan perlawanan tuan rumah. Di sinilah terlihat bahwa Copa del Rey lebih menuntut kesiapan mental dibanding sekadar kualitas individu.
Pendekatan Hansi Flick yang Penuh Kewaspadaan
Hansi Flick dinilai memahami betul karakter kompetisi ini. Sejak awal, ia menanamkan kewaspadaan penuh kepada para pemainnya, terlebih setelah Real Madrid tersingkir secara mengejutkan dari Albacete. Flick tidak ingin Barcelona mengulang kesalahan yang sama.
Menurut pengamatan para analis, Flick menyiapkan timnya dengan pendekatan realistis. Tidak ada ruang untuk bermain santai, bahkan dalam perjalanan menuju laga. Racing dianggap sebagai ancaman serius karena performa konsisten mereka sepanjang musim.
Hasilnya terlihat di lapangan. Meski permainan Barcelona tidak selalu dominan, tim tetap terjaga secara mental. Fokus inilah yang membuat mereka mampu bertahan dari tekanan di menit-menit akhir, sebuah kualitas yang sering kali menentukan nasib tim di turnamen sistem gugur.
Baca Juga: Inter Milan Kembali Rebut Puncak Klasemen Usai Kalahkan Bologna
Kontribusi Pemain dan Pesan Tegas Sang Pelatih

Beberapa pemain tampil menonjol dalam laga ini. Ferran Torres kembali menunjukkan perannya sebagai pemain yang bisa diandalkan di momen penting. Pergerakannya membuka ruang dan menjadi bagian dari proses terciptanya gol penentu.
Fermin Lopez juga mencuri perhatian dengan kontribusinya dalam fase build-up. Umpan panjang satu sentuhannya menunjukkan perkembangan aspek permainan yang sebelumnya jarang terlihat. Keberaniannya mengambil keputusan cepat memberi variasi serangan Barcelona.
Namun, sorotan utama justru datang dari pesan Flick yang sederhana namun tajam. Ia menegaskan bahwa pertandingan seperti ini tidak dimenangkan dengan nama besar, melainkan dengan sikap dan mentalitas. Kalimat tersebut seolah menjadi garis pemisah antara Barcelona dan Real Madrid di Copa del Rey musim ini.
Detail Teknis dan Peran Penentu Joan Garcia
Dari sisi taktik, Flick melakukan eksperimen di lini tengah dengan rotasi pemain. Bernal dipercaya sebagai pivot, sementara Casado mendampingi Dani Olmo. Kombinasi ini sempat membuat permainan Barcelona berjalan lambat di babak pertama.
Performa Casado membaik setelah jeda, sementara Bernal masih terlihat membutuhkan waktu untuk beradaptasi di level tertinggi. Perubahan tempo baru terasa ketika Lamine Yamal mulai lebih aktif menguasai bola dan memecah tekanan lawan.
Di lini belakang, keputusan Flick memainkan Joan Garcia terbukti krusial. Penyelamatan sang kiper di masa tambahan waktu menjadi pembeda utama. Tanpa momen tersebut, Barcelona bisa saja dipaksa ke perpanjangan waktu. Laga ini menegaskan bahwa detail kecil, bukan nama besar, yang menentukan kemenangan di Copa del Rey. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballconsultant.net.
