Manchester City kembali menunjukkan dominasinya di kompetisi domestik setelah meraih kemenangan 2-0 atas Salford City pada babak keempat Piala FA di Etihad Stadium. Hasil ini bukan sekadar membawa mereka melangkah ke putaran berikutnya, tetapi juga menorehkan catatan bersejarah dalam perjalanan klub di turnamen tertua Inggris tersebut.
Meski lawan yang dihadapi tidak berasal dari kasta tertinggi, City tetap tampil serius dan mengontrol jalannya pertandingan sejak menit awal. Tim asuhan Pep Guardiola memperlihatkan permainan disiplin, penguasaan bola yang dominan, serta organisasi yang rapi di semua lini.
Kemenangan ini semakin bermakna karena mengantarkan City menyamai bahkan melampaui rekor lama yang sebelumnya dipegang Liverpool. Catatan tersebut menjadi bukti konsistensi mereka dalam menjaga performa di kandang selama bertahun-tahun.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Gol Cepat yang Buka Jalan Kemenangan
City langsung unggul cepat ketika laga baru berjalan enam menit. Gol pertama tercipta melalui bunuh diri Alfie Dorrington dalam situasi yang sempat memunculkan perdebatan. Omar Marmoush terlihat berada dalam posisi offside saat mencoba menyambut umpan Rayan Ait-Nouri, namun karena tidak ada VAR yang digunakan, gol tetap disahkan.
Setelah unggul, City tidak mengendurkan serangan. Mereka terus menekan dan menjaga tempo permainan agar Salford sulit mengembangkan permainan. Dominasi lini tengah membuat lawan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Gol kedua akhirnya lahir di menit akhir pertandingan lewat Marc Guehi. Bek tersebut mencetak gol pertamanya bersama City dan memastikan kemenangan tanpa balas. Skor 2-0 cukup untuk menegaskan superioritas tuan rumah sepanjang laga.
Baca Juga: Liam Delap dan Momen Kontroversial yang Bikin Heboh di Piala FA
Lampaui Rekor Lama Liverpool
Hasil tersebut membawa City mencatatkan 17 kemenangan kandang beruntun di Piala FA sejak 2015. Angka ini melampaui rekor Liverpool yang sebelumnya mencatat 16 kemenangan kandang berturut-turut dan bertahan selama lebih dari tujuh dekade.
Catatan serupa terakhir kali dicapai oleh Clapham Rovers pada periode 1873 hingga 1881. Dengan menyamai bahkan melewati pencapaian tersebut, City menempatkan diri sejajar dengan tim-tim legendaris dalam sejarah kompetisi ini.
Kekalahan kandang terakhir City di ajang ini terjadi pada musim 2014-2015 saat mereka disingkirkan Middlesbrough. Sejak saat itu, Etihad Stadium menjadi benteng yang sulit ditembus di Piala FA.
Ambisi Empat Gelar Masih Terbuka
Kemenangan atas Salford menjaga peluang City untuk meraih lebih dari satu trofi musim ini. Mereka masih bersaing ketat di Liga Inggris dan terus menempel pesaing utama di papan atas klasemen. Selisih poin yang tipis membuat setiap laga menjadi sangat menentukan.
Selain itu, City juga akan tampil di final Piala Liga melawan Arsenal pada 22 Maret. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan emas untuk menambah koleksi trofi musim ini dan menjaga mental juara tim.
Di kancah Eropa, City telah memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions. Dengan peluang di berbagai kompetisi yang masih terbuka, musim ini berpotensi menjadi salah satu yang paling bersejarah dalam perjalanan klub. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballconsultant.net.
