Roberto De Zerbi resmi meninggalkan Marseille setelah kekalahan telak 5-0 dari Paris Saint-Germain pada akhir pekan. Kekalahan ini menambah tekanan terhadap manajer asal Italia tersebut, yang sebelumnya berhasil membawa OM finis sebagai runner-up Ligue 1 musim lalu.

Hasil buruk ini membuat Marseille tetap tertinggal 12 poin dari PSG di puncak klasemen dan semakin memperburuk peluang mereka dalam perebutan gelar domestik. Selain itu, kegagalan di Liga Champions menambah sorotan negatif terhadap performa De Zerbi bersama klub Prancis itu.
Keputusan De Zerbi meninggalkan klub muncul setelah diskusi antara manajemen, presiden klub, direktur olahraga, dan pelatih itu sendiri. Klub menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kepentingan terbaik Marseille menghadapi sisa musim yang menantang.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Alasan Kepergian De Zerbi
Marseille menyatakan keputusan ini merupakan hasil pertimbangan kolektif. Presiden Pablo Longoria dan direktur olahraga Mehdi Benatia menilai perubahan pucuk pimpinan tim utama diperlukan untuk merespons tantangan olahraga yang semakin berat.
Meskipun De Zerbi memiliki rekam jejak positif dengan membawa klub ke posisi kedua musim sebelumnya. Lalu manajemen menilai hubungan antara pelatih dan skuad sudah mulai retak. Sumber internal klub mengungkapkan komunikasi antara De Zerbi dan para pemain semakin renggang sebelum pengumuman resmi.
Selain tekanan hasil, rumor mengenai kepindahan De Zerbi ke Tottenham Hotspur menambah spekulasi soal masa depan pelatih asal Italia ini. Posisi Thomas Frank di Spurs sempat dikaitkan dengan kemungkinan De Zerbi menggantikan manajer London utara itu.
Penghargaan untuk Dedikasi De Zerbi

Marseille memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi dan profesionalisme De Zerbi selama membesut klub. Klub menekankan kontribusinya dalam mengangkat prestasi tim dan memimpin Marseille meraih posisi runner-up Ligue 1 pada musim 2024-25.
Pernyataan resmi klub menyebutkan, “Kami berterima kasih kepada Roberto De Zerbi atas komitmen dan keseriusannya, yang sangat terlihat dalam kesuksesan tim musim lalu. Kami mendoakan yang terbaik untuk sisa kariernya.”
Meski meninggalkan Marseille, reputasi De Zerbi tetap positif di mata banyak pihak. Kepiawaiannya membangun tim dan gaya permainan ofensif masih menjadi nilai jual utama bagi klub-klub Eropa lainnya yang tertarik padanya.
Tantangan Marseille Tanpa De Zerbi
Kepergian De Zerbi meninggalkan tantangan besar bagi Marseille, terutama di tengah persaingan ketat Ligue 1 dan sisa kompetisi domestik. Klub harus segera menentukan manajer baru untuk menjaga stabilitas tim dan memperbaiki performa yang menurun.
Sisa musim akan menjadi ujian bagi pemain Marseille yang harus bangkit dari tekanan kekalahan besar melawan PSG. Adaptasi pelatih baru akan menjadi faktor penting dalam menjaga peluang mereka menembus posisi empat besar dan tampil kompetitif di sisa musim.
Manajemen Marseille kini menghadapi tugas berat: memilih pengganti yang mampu meneruskan filosofi De Zerbi atau membawa strategi baru untuk menghadapi sisa musim 2025-26 yang penuh tantangan. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballconsultant.net.
